Sabtu, 11 Agustus 2012

TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK (CIRI-CIRI)

.

1. Budaya Politik Parokial ( parochial Political Culture) :

Cirinya : 
  1. Lingkupnya sempit dan kecil
  2. Masyarakatnya sederhana dan tradisional bahkan buta hurup.                                                                      petani dan buruh tani.
  3. Spesialisasi kecil belum berkembang.
  4. Pemimpin politik  biasanya berperan ganda bidang  ekonomi,                                                                       agama dan budaya.
  5. Masyarakatnya cenderung  tidak menaruh minat terhadap objek                                                                    politik yang luas.
  6. Masyarakatnya tinggal di desa terpencil di mana kontak dengan  system politik kecil.
2. Budaya Politik Subjek (subject Political Culture) :
Cirinya : 
  1. Orang secara pasif patuh pada pejabat pemerintahan dan undang-                                                                   undang.
  2. Tidak melibatkan diri pada politik atau golput.
  3. Masyarakat mempunyai minat, perhatian, kesadaran terhadap                                                                     system politik.
  4. Sangat memperhatikan dan tanggap terhadap keputusan politik,                                                                    atau output
  5. Rendah dalam input kesadaran sebagai actor politik belum tumbuh.
3. Budaya Politik Partisipan (participant Political culture) :
Sebagai insan politik, kegiatan-kegiatan politik yang dapat dilakukan sebagai wujud partisipasi politik, antara lain :
  • Membentuk organisasi politik atau  menjadi anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dapat mengontrol maupun memberi input terhadap setiap kebijakan pemerintah.
  • Aktif dalam proses pemilu, seperti berkampanye, menjadi pemilih aktif, dan menjadi anggota perwakilan rakyat.
  • Bergabung dalam kelompok-kelompok kepentingan kontemporer, seperti unjuk rasa secara damai tidak anarkis atau merusak, petisi, protes, dan demonstrasi.
Cirinya :
  1. Kesadaran masyarakat bahwa dirinya dan orang lain anggota aktif                                                 dalam kehidupan politik.
  2. Melibatkan diri dalam system politik sangat berarti walaupaun hanya                                             sekedar memberikan suara dalam pemilu.
  3. Tidak menerima begitu saja terhadap keputusan, kebijakan system                                                 politik
  4. Dapat menilai dengan penuh kesadaran  baik input maupun output                                                  bahkan posisi dirinya sendiri.
Menurt Muhtar Masoed dan Colin MacAndrews ada 3 model  budaya politik :
  1. Model masyarakat demokratis industrial Yang terdiri dari aktivis politik, kritikus                                         politik.( Identik dengan budaya politik partisipan).
  2. Model Sistem politik otoriter rakyat sebagai subyek yang pasif, tunduk pada                              hukumnya tapi tidak melibatkan diri dalam urusan politik dan pemerintahan (Identik dengan budaya politik subjek).
  3. Model masyarakat system demokratis  pra –industrial masyarakat pedesaan, petani, buta hurup, kontak politik sangat kecil, (budaya politik Parokial).

0 comments

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar