Sabtu, 11 Agustus 2012

BUDAYA POLITIK DI INDONESIA

.

Herbert Feith, Indonesia memiliki 2 budaya politik yang dominan :

1. Aristokrasi Jawa
2. Wiraswasta Islam

Clifford Geertz, Indonesia memiliki 3 subbudaya yaitu :
  1. Santri : pemeluk agama islam yang taat yang terdiri dari pedagang di kota dan petani     yang berkecukupan.
  2. Abangan : yang terdiri dari petani kecil.
  3. Priyayi : golongan yang masih memiliki pandangan hindu budha, yang kebanyakan dari golongan terpelajar, golongan atas penduduk kota terutama golongan pegawai.
Afan Gaffar, budaya politik indonesia memiliki 3 ciri dominan :
  1. Hirarki yang tegar/ketat : adanya pemilahan tegas antar penguasa (wong Gedhe) dengan
  2. Rakyat kebanyakan ( wong cilik).
  3. Kecendrungan Patronage ( hubungan antara orang berkuasa dan rakyat biasa) seperti majikan   majikan dengan buruh.
  4. Kecendrungan Neo Patrimonialistik, yaitu perilaku negara masih memperlihatkan tradisi dan budaya politik yang berkarakter patrimonial.
Menurut Max Weber,dalam negara yang patrimonialistik penyelenggaraan pemerinbtahan berada dibawa kontrol langsung pimpinan negara.  Menurutnya karakteristik negara patrimonialistik adalah :
  1. Cenderung mempertukarkan sumber daya yang dimiliki seseorang penguasa kepada teman-temannya.
  2. Kebijakan sering kali lebih bersifat partikularistik dari pada bersifat universalistik.
  3. Rule of Law lebihbersifat sekunder bila dibandingkan dengan kekuasaan penguasa (rule of man)
  4. Penguasa politik sering kali mengaburkan antara kepentingan umum dan kepentingan publik.
Di masa Orde Baru kekuasaan patrimonialistik telajh menyebabkan kekuasaan tak terkontrol sehingga negara menjadi sangat kuat sehingga peluang tumbuhnya civil society terhambat. 
  Contoh budaya politik Neo Patrimonialistik adalah :
  1. Proyek di pegang pejabat.
  2. Promosi jabatan tidak melalui prosedur yang berlaku ( surat sakti).
  3.  Anak pejabat menjadi pengusaha besar, memamfaatkan kekuasaan orang tuanya    dan mendapatkan perlakuan istimewa.
  4.  anak pejabat memegang posisi strategis baik di pemerintahan maupun politik

 Nazarudin Samsudin, menyatakan dalam sebuah budaya ciri utama yang menjadi identitas adalah sesuatu nilai atau orientasi yang menonjol dan diakui oleh masyarakat atau bangsa secara keseluruhan.  Jadi simbol yang selama initelah diakui dan dikenal masyarakat adalah Bhineka Tunggal Ika, maka budaya politik kita di Indonesia adakah Bhineka Tunggal Ika.

0 comments

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar